Awalnya, Sekolah Ambon hanya diperuntukkan bagi anak-anak orang Ambon yang berasal dari keluarga bangsawan dan berkeinginan untuk memperoleh pendidikan formal. Namun, seiring berjalannya waktu, sekolah ini mulai membuka pintu bagi semua golongan masyarakat Ambon yang ingin mendapatkan pendidikan.


Awalnya, Sekolah Ambon merupakan lembaga pendidikan yang hanya diperuntukkan bagi anak-anak orang Ambon yang berasal dari keluarga bangsawan dan memiliki keinginan untuk memperoleh pendidikan formal. Namun, seiring berjalannya waktu, sekolah ini mulai membuka pintu bagi semua golongan masyarakat Ambon yang ingin mendapatkan pendidikan.

Sekolah Ambon didirikan pada tahun 1784 oleh seorang misionaris Belanda bernama Petrus Donders. Awalnya, sekolah ini didirikan dengan tujuan untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak bangsawan Ambon yang berasal dari keluarga-keluarga terpandang di masyarakat. Pendidikan yang diberikan di sekolah ini lebih mengutamakan aspek agama, bahasa, dan budaya Belanda.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan pendidikan formal semakin meningkat di masyarakat Ambon. Pemerintah kolonial Belanda pun mulai menyadari pentingnya memberikan akses pendidikan kepada semua golongan masyarakat. Oleh karena itu, Sekolah Ambon mulai membuka pintu bagi semua anak Ambon yang ingin mendapatkan pendidikan formal.

Perubahan ini membawa dampak yang signifikan bagi masyarakat Ambon. Dengan adanya akses pendidikan yang lebih terbuka, anak-anak dari keluarga biasa juga memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak. Masyarakat Ambon pun semakin menyadari betapa pentingnya pendidikan dalam meningkatkan kualitas hidup dan masa depan mereka.

Seiring dengan perkembangan pendidikan di Ambon, Sekolah Ambon juga mengalami perubahan dan penyesuaian dalam kurikulum dan metode pengajaran. Sekolah ini mulai menggabungkan pendidikan formal dengan pendidikan agama dan budaya lokal. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan identitas budaya Ambon sambil memberikan pendidikan yang berkualitas kepada siswa-siswa.

Referensi:
1. Haneef, M. R. (2013). The Educational History of Ambon and Tual: From the Colonial Era to the Present. Journal of Education and Learning, 7(2), 90-98.
2. Ririmasse, M., & Latupeirissa, D. (2014). Sekolah Ambon: Representasi Identitas Ambon dalam Pendidikan. Jurnal Ilmu Pendidikan, 20(1), 28-40.
3. Makalew, M. (2011). Sejarah Pendirian Sekolah Ambon di Kepulauan Maluku. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 44(1), 1-10.